Sama halnya seperti Ms Windows, Linux pun memerlukan memori virtual untuk mendukung jalannya sistem operasi. Akan tetapi penggunaan memori virtual di Linux sedikit berbeda dengan di Ms Windows, kalau di Ms Windows memori virtual ini tercipta secara otomatis saat kita menginstal Windows, memorinya pun tercipta di dalam suatu file yang biasa disebut Page File yang letaknya satu partisi dengan Windows. Sedangkan kalau di Linux kita harus membuatnya sendiri di dalam partisi yang terpisah yang biasa disebut partisi Swap, dan biasanya pembuatan partisi ini bersamaan dengan saat kita menginstal sistem operasi Linux.

Ada yang bilang kalau partisi Swap tidak terlalu penting untuk dibuat karena saat ini spesifikasi komputer sudah sangat besar, misalnya saja RAM yang berkapasitas 8GB pun saat ini harganya sudah sangat murah, jadi tidak perlu lagi membuat memori virtual karena hanya akan membuang-buang isi harddisk saja. Kalau menurut saya pendapat ini tak sepenuhnya benar karena memori virtual peranannya sangat penting tidak hanya untuk mendukung performa sistem operasi saja, memori virtual juga digunakan oleh semua aplikasi/software yang terinstal di sistem operasi Anda.

Tapi bagaimana jika Anda terlanjur menginstal Linux dalam komputer Anda dan Anda lupa/tidak mau membuat partisi Swap karena alasan tertentu? Misalnya saja karena ruang harddisk yang tidak memungkinkan, kondisi harddisk yang tidak memungkinkan lagi untuk membuat partisi baru, atau segan untuk membuat partisi baru karena takut data Anda yang ada di dalam harddisk Anda hilang saat pembuatan partisi Swap seperti saya ini.

Ada sebuah cara alternatif yakni dengan cara membuat Swap File di dalam partisi root Anda. OK, ikuti langkah-langkah di bawah ini :

  1. Buka Terminal dan login sebagai root.
  2. Ketik perintah berikut ini untuk membuat file sebesar 1GB.
    # dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1M count=1000
    Ini artinya ukuran blok (block size) sebesar 1MB, jadi count 1000 berarti membuat file sebesar 1000x1MB yakni 1GB.
  3. Men-set-up file tersebut agar menjadi sebuah swap file.
    # mkswap /swapfile
  4. Mengaktifkan swap file.
    # swapon /swapfile
  5. Agar swap file dapat aktif setiap Linux direboot, tambahkan sebuah entry ke file /etc/fstab.
    # gedit /etc/fstab
    Tambahkan parameter di bawah ini ke dalam file /etc/fstab.
    /swapfile swap swap defaults 0 0
    Jadi setiap Linux reboot, swap file dapat aktif secara otomatis.
  6. Bagaimana cara memverifikasi bahwa Swap aktif atau tidak?
    Caranya jalankan perintah berikut :
    $ free -m

Karya : Afriandi Riaharyanto