Kehidupan masa kuliah bagi sebagian orang memang cukup berat apalagi jika pernah mengandalkan pinjaman dana untuk kebutuhan semasa kuliah. Namun, berangkat dari pengalaman itulah yang seharusnya bisa dijadikan pelajaran dalam mengatur keuangan setelah bekerja, utamanya saat telah menjadi seorang first jobber atau pekerja pemula.

Titik itulah yang menentukan dalam 10 tahun mendatang. Kemampuan berinvestasi serta visi yang cukup jauh untuk menatap masa depan seperti pensiun pun justru sudah harus dipersiapkan saat pertama kali mendapatkan pekerjaan selepas kuliah.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips sederhana namun mendasar bagi para first jobber dalam mengatur keuangan.

  1. Buatlah anggaran keuangan sederhana

Jika ada pelajaran yang paling penting dalam kehidupan, seharusnya pelajaran untuk mengatur anggaran keuangan dengan cara sederhana sebenarnya sudah perlu diajarkan sejak dini. Pelajaran menyusun anggaran keuangan sayangnya jarang sekali diajarkan pada anak-anak sejak dini.

Oleh karena itu, sebagai langkah awal, buatlah anggaran keuangan sederhana porsi pengeluaran yang disesuaikan dengan pemasukan yang didapatkan.

Umumnya anggaran keuangan dibagi menjadi tiga bagian yaitu 50% untuk kebutuhan bulanan, 30% untuk hiburan dan juga menambah pengalaman seperti traveling atau kurus keterampilan, dan 20% untuk tabungan dan dana darurat jika suatu saat membutuhkan.

  1. Buatlah daftar prioritas pengeluaran bulanan

Terkait dengan kebutuhan bulanan, kamu perlu tegas untuk menyusun prioritas pengeluaran ataupun aliran dana yang memang sudah direncanakan. Terkadang meskipun anggaran sudah dibuat, tetapi banyak yang juga gagal dalam memprioritaskan uangnya sehingga gagal memenuhi rencana yang sudah diatur sejak awal.

20% anggaran yang sudah direncanakan untuk tabungan dan dana darurat inilah yang harus diamankan lebih dulu. Caranya bisa dengan menggunakan rekening terpisah kemudian dilakukan sistem pemotongan secara otomatis dari rekening utama ke rekening tabungan atau rekening yang dikhususkan untuk dana darurat.

Jika semakin tinggi pendapatan, porsi yang seharusnya ditambah adalah memperbesar persentase tabungan dan dana darurat atau mulai memikirkan anggaran lain seperti dana untuk proteksi seperti asuransi kesehatan dan investasi untuk masa depan atau menyiapkan dana untuk pensiun.

  1. Pelajari dasar-dasar investasi

Bagi para pemula terkadang tidak pula diberikan pemahaman yang benar tentang instrumen investasi yang paling tepat. Investasi yang menguntungkan adalah investasi yang bertujuan untuk security dalam jangka panjang bukan alat untuk cara cepat kaya.

Instrumen investasi yang bisa dipilih seperti berinvestasi dalam pasar modal di antaranya seperti saham dan obligasi. Apalagi saat ini sudah ada sukuk atau obligasi yang dijalankan dengan prinsip syariah. Investasi berbeda dengan tabungan. Pun berinvestasi dalam emas sekalipun perlu dibedakan antara investasi emas batangan, emas perhiasan atau menabung emas seperti yang saat ini marak ditawarkan oleh beberapa e-commerce dan marketplace.

  1. Mulailah untuk menyiapkan tujuan jangka panjang

Resolusi awal tahun baru seharusnya juga terkait dengan tujuan keuangan jangka panjang. Sudah banyak contoh beberapa anak muda yang bekerja keras di saat usianya di bawah 30 tahun dan bisa mandiri secara finansial di atas 40 tahun karena sudah menyiapkan kebebasan finansialnya sejak dini.

Tujuan jangka panjang ini pun harus jelas. Misalnya sudah mematok bahwa pada usia 40 tahun memiliki 10 pintu kontrakan. Jika masing-masing harga sewa kontrakannya sebesar Rp1 juta per bulan artinya kebutuhan bulanan pada saat balik modal sudah tertutupi dengan hasil dari sewa kontrakan 10 pintu atau sama dengan Rp10 juta per bulan.

  1. Gunakan pinjaman dana hanya sebagai alat mempercepat investasi

Perlu diketahui bahwa pinjaman dana yang kini semakin mudah didapatkan lewat fintech bukan sebagai dana tambahan melainkan alat untuk mempercepat investasi atau mengembangkan usaha. Idealnya cukup gunakan 30% saja dari total pemasukan yang ada sebagai batas untuk pinjaman dana yang diajukan.

Ada banyak usaha yang bisa dimulai sejak dini seperti usaha makanan, minuman, fashion hingga menjual jasa dan keterampilan. Tidak perlu pusing soal modal karena kini kita bisa memanfaatkan pinjaman dana melalui fintech tepercaya seperti Kredivo agar prosesnya lebih mudah, tidak ribet dan bisa lebih cepat hanya dengan menggunakan aplikasi.

Bunga pinjaman hanya 2,95% saja per bulan dengan pilihan tenor fleksibel mulai dari 30 hari, 3 bulan dan 6 bulan saja. Setiap pinjaman akan dikenai biaya admin sebesar 6% dari jumlah total pinjaman. Jika usaha perlu dikembangkan, kita masih tetap bisa mengandalkan Kredivo yang memberikan kredit limit hingga Rp30 juta.

Tidak perlu ragu manfaatkan pinjaman cepat untuk modal usaha lewat Kredivo. Yuk, download aja sekarang aplikasinya lewat Google Play Store atau App Store dengan mudah.