Linux Is My Hero, ya sesuai dengan judul diatas, bagi saya linux itu adalah seorang pahlawan. Ia hadir ditengah-tengah kita dengan ciri khasnya. Disaat yang lain masih menggunakan produk berbayar, Linux hadir dengan produknya yang secara cuma-cuma (baca: gratis). Disaat yang lain kelimpungan karena virus dan sejenisnya, Linux hadir dengan kekebalan tubuhnya.

Linux, dengan icon bergambar penguin, mulai menyebar dari satu tempat ke tempat lainnya. Layaknya sekumpulan penguin yang sedang mencari makan. Keberadaan Linux-pun sekarang mulai banyak dikenal lewat mobile phone berbasis Android. Perlu saya ingatkan, Android ini menggunakan kernel Linux. Android menjadi terkenal karena keterbukaan kode sumbernya (open source), yang memungkinkan banyak pengguna mencoba mempelajari mengenai sistem tersebut, sehingga mereka bisa ikut berpartisipasi dalam meningkatkan performa sistem mereka. Bila anda melihat bagaimana Android berkembang sampai sekarang, ya itulah sama seperti prinsip hidup Linux!

Linux tidak dibuat dan dikuasai oleh satu perusahaan. Siapapun berhak membuat dan mengembangkan Linux sesuai dengan selera dan kebutuhannya masing-masing. Oleh sebab itu kita seringkali menjumpai berbagai variasi Linux (distro Linux), seperti misalnya : Fedora, Ubuntu, Open Suse, BlankOn, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semakin hari, sistem Linux menjadi semakin lebih baik. Karena setiap saat perbaikan pun dilakukan. Para developer Linux-pun tersebar di seluruh dunia. Mereka mengembangkannya secara bersama-sama.

Begitu juga dengan penggunanya. Rasa solidaritas antar pengguna Linux-pun erat sekali. Bila Anda mengalami masalah, Anda bisa mengunjungi forum-forum pengguna Linux baik forum dalam negeri maupun luar negeri. Tanyalah di forum tersebut, bahkan tak sedikit yang mau memantu memecahkan masalah Anda. Dan akhirnya masalah menjadi terselesaikan.

Atau bagi Anda yang suka sekali mengotak-atik (atau bahasa kerennya oprak-oprek) sistem operasi, Linuxlah jawabannya.

Saya sendiri mulai mengenal Linux yaitu pada tahun 2010, ya sekitar 2 tahun yang lalu. Pertama kali saya lihat, Linux itu “beda” sekali bila dibandingkan dengan sistem operasi sejuta umat (kita sebut saja Windows). Karena “beda”, saya jadi semakin tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh sistem operasi tersebut. Malah terkadang saya sempat dibuat penasaran olehnya.

Lalu bagaimana dengan aplikasi-aplikasi Linux? Kalian tidak perlu khawatir, di Linux banyak sekali aplikasi-aplikasi alternatif yang bisa digunakan. Kalian bisa mengunjungi situs berikut http://www.linuxalt.com/ dan http://www.osalt.com/ . Di dalam situs tersebut disebutkan beberapa aplikasi alternatif. Contohnya bagi pengguna Windows dan MacOS yang biasa menggunakan Microsoft Office untuk mengetik, membuat dokumen, dan lain sebagainya, di Linux juga ada yang namanya Libre Office. Aplikasi ini tidak kalah bila dibandingkan Microsoft Office. Tampilannya pun dibuat mirip dengan versi Microsoft Office versi terdahulu. Ya agar penggunanya dibuat merasa nyaman dan mudah beradaptasi.

Terakhir..

Saya belajar banyak saat menggunakan Linux, mulai dari instalasi serta konfigurasi suatu program. Linux itu keren, linux itu powerful, linux itu is the best lah pokoknya. Bagi saya Linux itu bukan hanya sekedar sistem operasi biasa, melainkan pahlawan

Oke sekian dari saya. Keep calm and use Linux.

Note : Kalian bisa mengunjungi blog saya, mungkin saja tulisan yang pernah saya buat bisa menginspirasi kalian semua. http://mahisaajy.web.id/blog/ dan http://mahisaajy.blogspot.com/

Tentang Mahisa Ajy Kusuma:
Seorang mahasiswa luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Saat ini sedang menempuh pendidikan S2-nya di Universitas Gunadarma jurusan Manajemen Sistem Informasi. Bertanggung jawab sebagai Web Developer di www.manglesoft.co.id dan Pemimpin Redaksi di www.sysfotech.com