Apa itu Open Source?

Atau siapa itu?

Kata tersebut jika di terjemahkan dalam bahasa negeri kita ilah sumber yang terbuka. Dalam hal ini adalah program yang dikembangkan secara terbuka, dan pihak lain boleh menggunakan secara bebas atau bahkan gratis, memodifikasi, dan menggandakan tanpa izin. Pengertian ini bisa disebut lebih lengkapnya Free Open Soure Software(FOSS).

Dahulu kala sebelum OSS ini muncul, ada istilah Free Software yang serupa dengan OSS namun lebih pada penekanan tentang kebebasan dalam menggunakan, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan, secara berbayar maupun gratis. Untuk mempelajari/memodifikasi butuh kode sumber sehingga pasti open source.

Berbeda 360o dengan Proprietary Software, yaitu program yang dikembangkan oleh pihak tertentu saja dan tidak boleh digunakan, dimodifikasi, dan digandakan tanpa izinnya. Kode sumber (source code) dirahasiakan (closed).

Nah, sampai sini anda lebih baik memilih mana?

Simpan dulu jawaban ada 😉


Dibawah ini merupakan bebrapa contoh Open Source dan Proprietary Software

Free Open Source Software : Linux, Android

Proprietary Software : Microsoft, Mac OS, Blackberry OS, Symbian

Pertanyaanya, saat ini anda memakai program bertipe apa?

Ber-lisensi-kah program anda?


Tapi biar saya jelaskan apa itu lisensi. Lisensi adalah pernyataan hak cipta dalam bentuk kesepakatan antara pembuat dan pengguna.

Pada FOSS ada yang namanya GNU General Public License (disingkat GNU GPL, atau cukup GPL; dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi lisensi publik umum) merupakan suatu lisensi perangkat lunak bebas yang aslinya ditulis oleh Richard Stallman untuk proyek GNU. Lisensi GPL memberikan penerima salinan perangkat lunak hak dari perangkat lunak bebas dan menggunakan copyleft untuk memastikan kebebasan yang sama diterapkan pada versi berikutnya dari karya tersebut. Singkatnya kita yang memakai program berlisensi ini bisa mengubah, memperjual-belikan, memiliki seumur hidup dunia ini, dan sah secara hukum.

Sedangkan dalam Proprietary Softwaremempunyai lisensi yang menekankan kepada penggunanya untuk tidak memperjual-belikan, menggandakan, memodifikasi, dan penggunanya diharuskan membayar lisensi itu sampai jutaan rupiah hanya untuk sebatas menggunakannya saja dengan menggunakan Serial Number. Jadi, jika anda merupakan salah satu pengguna jenis ini sudah seharusnya anda membuang dan mengganti dengan OSS. Kecuali anda mempunyai lisensi secara LEGAL.

A Haa !!!

ternyata pada awal mulanya semua program itu FREE tetapi terjadi peperangan antara Bill Gates dengan Richard Stallman dan sayangnya dimenangkan oleh si pemilik Microsoft tersebut. Berikut dibawah ini merupakan sejarahnya.

  • 1950-an : Era awal komputer yang menganut budaya pengembangan software secara bersama dengan cara berbagi program/kode. Dulu tidak ada istilah Open Source karena umumnya software saat itu open source.
  • 1969       : Penciptaan internet yang memudahkan komunitas software berbagi program.
  • 1976       : Bill Gates mengajak para pengembang software menjual lisensi proprietary software.

Latar Belakang & Sejarah OSS

  • 1980       : UU Hak Cipta di AS memasukkan hak cipta software yang membatasi/melarang pengcopyan, penggunaan, pengubahan, dan penyebaran tanpa seizin pemilik hak cipta.
  • 1984       : Richard Stallman mendirikan Yayasan Free Software, hak cipta yang membebaskan.
  • 1991       : Linus Torvalds merilis Linux.
  • 1998       : Eric Raymond dan Bruce Perens memopulerkan istilah Open Source.

Namun Sang Pahlawan Open Source tidak diam meratapi kekalahannya, alhasil  Open Source dewasa ini semakin berkembang dan menjadi pesaing serius rivalnya tersebut.

Masih gak yakin juga?


Berikut ini pangsa pasar FOSS di Indonesia menurut analisis IDC :

TOTAL: FOSS 65%, Proprietary 35% (2:1)

Pada tahun 2010, Bill Gates menganggap Open Source cuma mainan. Ya, Cuma mainan anak sekolahan buat sekedar ngoprek…

Namun dibuktikan dengan data diatas saat ini Open Source secara bertahan menguasai pangsa pasar Indonesia bahkan dunia.

TOTAL: FOSS 78,8%, Proprietary 21,2% (4:1)

“Senjata makan tuan”

Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk kondisi Si pemilik Proprietary Software, karena harus disadari saat ini Open Soure atau lebih dikenal saat ini dengan Android menjadi saingan tangguh untuk rival-rivalnya para pemilik Proprietary Software.

Peluang Kerja & Bisnis

Waaah..

Jika kita melihat peluang kerja & bisnis ini, tentu sangan besar. Sudah banyak terbukti orang-orang yangmenjadikan ini peluang dan berhasil dengan sukses. Apa saja peluang-peluang tersebut? Beberapa contohnya seperti berikut :

  • Membuat program yang berjalan di Android, lalu uang mengalir dari iklan atau donasi. Salah satu programmer Android Indonesia menghasilkan Rp 5 juta per bulan hanya untuk satu program dengan sistem donasi.
  • Membuat program untuk diakses Android.
  • Mengelola server untuk diakses Android.
  • Desain perangkat dan perakitan, desain grafis, pelatihan, penulisan, aksesoris, dll.

Hematnya,

untuk saya FOSS adalah salah satu peluang yang sangat menggiurkan karena tidak melanggar hukum dan Insya Allah berkah karena tidak menggunakan bajakan, kesempatan untuk belajar ngoprek dengan FREE.

Akhir kata, semoga ulasan singkat ini dapat menyadarkan kita akan kegalauan selama ini dan…

“Go Freedom, Go Open Source, Go Indonesia !!!”

Dikutip dari :

http://www.gravisware.com/informasi/96-general-public-license-gpl.html

http://techrity.com/2012/11/02/idc-pangsa-pasar-android-75-persen-ios-peringkat-kedua/

Seminar HMTK “Perkembangan IT di Era Mobilitas”

Blog Pribadi :

http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/