Opensource LINUX Fedora

Pengalaman  yang paling mengasikkan dalam menggunakan OS (operating system) opensource adalah gartis, tidak bisa terkena virus apapun, lebih tangguh dan juga dapat kita kembangkan sendiri. Maksudnya dapat kita kembangkan sendiri adalah kita dapat mengoprek-oprek OS opensource ini sesuai dengan keinginnan kita tanpa harus menambahah atau meng instal aplikasi lain, dan juga dalam linux ini khususnya FEDORA  dari yg pernah saya pelajari adalah di dalam kelner fedora ini kita dapat menginstallasi DHCP server dan juga dapat mengkonfigurasi DHCP server. Dan untuk memulai login ke komputer Linux, hanya ada tiga cara yang mungkin anda temukan, yaitu :

  • Anda langsung login di depan komputer Linux anda
  • Anda melakukan remote login dari komputer UNIX/Linux lain
  • Anda melakukan remote login dari komputer non-Linux

Dan sebelum lebih jauh saya membahas tentang menginstal dan konfigurasi DHCP server lebih baik kita tau dahulu perintah-perintah dasar yang ada di Linux, perintah-perintah dasarnya adalah :

ls

Perintah untuk Melihat isi direktori

Code:

$ ls

menampilkan isi folder

Code:

$ ls -la

Menampilkan isi folder lengkap dengan file permission

mkdir

make directory – perintah untuk membuat direktori

Code:

#mkdir /mnt/flashdisk

Membuat direktori flashdisk didalam /mnt

cd

Perintah untuk Pindah direktori

Code:

$ cd /home/tukang_kabel/picture

Maka direktori aktif akan berpindah ke /home/tukang_kabel/picture

cp

Perintah untuk Mencopy file

Code:

$ cp perawan.jpg /home/tukang_kabel/picture

maka file gambar perawan.jpg akan disalin ke direktori /home/tukang_kabel/picture

mv

Perintah untuk Memindah/mengganti nama file/direktori

Code:

$ mv perawan.jpg /home/tukang_kabel/picture

file perawan.jpg akan dipindahkan ke direktori /home/tukang_kabel/picture

Code:

$ mv perawan.jpg virgin.jpg

Nama file perawan.jpg berubah menjadi virgin.jpg

Code:

$ mv /home/tukang_kabel/picture /home/tukang_kabel/gambar

Direktori /home/tukang_kabel/picture berubah nama menjadi /home/tukang_kabel/gambar

Hati-hati! memindah berbeda dengan menyalin!

rm

Perintah untuk Menghapus file /direktori

Code:

$ rm /home/tukang_kabel/gambar/perawan.jpg

File perawan.jpg dihapus dari direktori /home/tukang_kabel/gambar

Code:

$ rm -r /home/tukang_kabel/gambar

Dalam contoh diatas, penggunaan r (recursive) akan menyebabkan direktori /home/tukang_kabel/gambar dan semua file yang ada didalamnya terhapus secara keseluruhan

rmdir

remove direktory – perintah untuk menghapus direktori

Code:

#rmdir /tmp/video/3gp/IGO

direktori /tmp/video/3GP/IGO dihapus dari direktori /tmp/video/3gp

chmod

Perintah untuk Mengubah mode proteksi /file permission file atau direktori.

Kita dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:

1. r untuk read,

2. w untuk write, dan

3. x untuk execute

Letter coding

Dengan menggunakan letter coding, kita dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.

Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file perawan.jpg kepada owner dan group, perintahnya adalah:

Code:

$ chmod ug+rx perawan.jpg

Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:

Code:

$ chmod ug-rx perawan.jpg

Numeric Coding

Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).

Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file perawan.jpg kepada owner, perintahnya adalah:

Code:

$ chmod 700 perawan.jpg

Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file perawan.jpg kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah:

Code:

$ chmod 644 perawan.jpg

pwd

Perintah untuk melihat direktori aktif

Code:

$ pwd

Jika kita berada di /home/tukang_kabel/picture, maka setelah mengetikkan pwd akan muncul

Code:

/home/tukang_kabel/picture

su

Menjadi super user atau log sebagai user ID lain

Code:

$su

password :***************

# –> sudah sebagai super user

Simbol “#” menandakan dalam posisi sebagai super user

Code:

$su tukang_kabel

password :***************

$ –> login sebagai tukang_kabel

Simbol “$” menandakan dalam posisi diluar super user (root), dalam hal ini dicontohkan login sebagai tukang_kabel

whereis

Perintah untuk mencari sebuah file

Code:

$whereis perawan.jpg

Mencari file perawan.jpg

clear

Perintah untuk membersihkan layar

Code:

$clear

Tampilan terminal akan bersih dari text

cat

Perintah untuk menampilkan isi teks file

Code:

#cat /etc/rc.d/rc.module

Menampilkan isi text dari file rc.module yang berlokasi di direktori /etc/rc.d

Code:

$cat /tmp/rapidsharepass.txt

Menampilkan isi text dari file rapidsharepass.txt yang berlokasi di direktori /tmp

Itu lah perintah-perintah dasar dalam Linux, , Untuk menjalankan instruksi di Linux, digunakan Terminal (sering disebut command prompt atau shell). Di masa lalu, hal ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, dan para pengguna Linux berpendapat bahwa penggunaan perintah melalui shell akan lebih cepat dibanding melalui aplikasi berbasis grafik dan hal ini masih berlaku sampai sekarang. Disini saya akan membahas tentang cara menginstal dan mengkonfigurasi DHCP server.

Instalasi DHCP Server

Cara termudah menginstalasi  DHCP Server adalah pada saat melakukan instalasi dari CD memasukan DHCP Server sebagai slah satu aplikasi yang akan diintall ke komputer kita.

Bila langkah ini telah di lewati maka untuk melakukan instalasi DHCP server adalah pertama kita masuk terlebih dahulu ke dalam kernel Linux lalu dengan menggunakan perintah  “ yum install “ tetapi dengan syarat komputer kita harus terhubung dengan internet dan login sebagai user root seperti berikut ini :  [root@srv  ~]# yum install dhcp.

v  Konfigurasi DHCP Server

DHCP Server merupakan komputer yang melyani konfigurasi protokol IP di sisi komputer

client, sehingga pengisian IP-Address kartu jaringan, IP-Adress Gateway/Router, dan DNS

Server bisa dilakukan secara otomatis, dan akhirnya dapat mempermudah dan menyenangkan

user / client.

DHCP server dari ISC ini menyimpan semua parameter  yang dapat di konfigurasi dlam sebuah file dalam directory etc dengan nama dhcp.conf. setelah instalasi kita harus kembali, Contoh file dhcp.conf yang di simpan dalam directory /usr/shere/doc/dhcp-4.1.1/dhcp.conf. Jika sudah silah kan ikuti langkah berikut :

Apabila sudah ter-install dengan benar, pindah ke direktori dhcp lalu simpan file

konfigurasi asli:

# cd /etc/dhcp/

# mv dhcpd.conf dhcpd.conf.backup

Setelah itu buat file konfigurasi baru:

# vim /etc/dhcp/dhcpd.conf

Lalu isi file tersebut dengan baris-baris berikut:

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {

range 192.168.1.100 192.168.1.120;

option domain-name-servers ns1.yadika7.sch.id;

option domain-name “yadika7.sch.id”;

option routers 192.168.1.253;

option broadcast-address 192.168.1.255;

default-lease-time 600;

max-lease-time 7200;

}

Menjalankan DHCP Server:

Bila semuanya sudah siap atau DHCP sudah terinlstal maka berikutnya  adalah menjalankan DHCP Server tersebut. Secara manual dilakukan dengan cara memberikan perintah (setelah login sebagai user root) :

[root@srv ~]# service dhcpd start

[root@srv~]# service network restart

Tetapi jika ingin menjalankan DHCP secara otomatis perintahnya adalah :

[root@srv ~]# ntsysv

Kemudia cari cari nama service yang akan start secara otomatis : dhcpd. Beri tanda asterisk * lalu klik OK.

Untuk memeriksa apakah DHCP Server berjalan atau tidak, maka ketiklah seperti berikut :

[root@srv ~]# service dhcpd status

Jika Server DHCP anda sudah aktif maka akan muncul pesan “ dhcpd is running “ , setelah itu jika anda ingin DHCP Server aktif secra otomatis pada setiap kali komputer di nyalakn maka ketikan perintah berikut : [root@srv ~]# chkconfig dhcpd on tetapi jika andan ingin menonaktifkannya kembali ketikan perintah : [root@srv ~]# chkconfig dhcpd of.

Itulah tips – trik dan pengelaman saya saat mengunakan dan belajar tentang cara mnggunakan linux fedora namun tidak hanya itu pengalaman yang lebih asik lagi adalah kita dapat mengheck atau meremote PC teman kita dengan hanya kita masuk dalam kernelnya dan mengerjainya sesuka hati kita tetapi dengan syarat masih dalam satu jaringan dan tau ni IP Adressnya, perintahnya dalah sebai berikut : ssh username@hostname atau ssh username@nomor_IP . Tetapi dengan catatan kita harus tau pasword si korban dan ini hanya untuk mengisengi saja tanpa mengacak-acak ataupun merombak semua data dan sebisa mungkin jangn sampai merusak sistem etc nya karna bisa gawat, nanty sikorban harus install ulang nantynya……

” Blog Pribadi : (http://ahmadsugiantoandani.blogspot.com/2012/11/asiknya-mggunakan-opensource.html ) ”

Resensi :

( http://cahkenthir.wordpress.com/2009/11/04/perintah-dasar-linux/ )

http://alanbelogix81.wordpress.com/category/belajar-linux-fedora-yuk/

Buku LINUX TRAINING BE:LOGIX