Menyambung artikel tentang perintah dasar pada Linux, maka penulis akan menjelaskan lebih lanjut tentang setting jaringan di Linux yang mungkin berguna bagi mereka yang baru belajar tentang Linux.Linux mempunyai keunggulan di bidang jaringan, karena selain bisa menjadi client juga bisa menjadi server pada saat yang bersamaan. Hal ini sangat membantu, terutama bagi para programmer dan webmaster yang membutuhkan penggunaan server. Terutama bagi mereka yang menggunakan apache, cgi dan php.

Selain itu Linux juga memiliki kelebihan untuk bisa berhubungan dengan sistem operasi lainny, seperti: Windows 9.x, Windows ME, Windows 2000, Windows XP, Mac OS, Amiga, Atari, Sun, dan keluarga Unix lainnya.

Segala kelebihan tersebut di atas tentunya akan sia-sia jika kita tidak bisa menghubungkan komputer Linux kita dengan jaringan komputer lainnya. Untuk itu, penulis mencoba memberikan sedikit tips untuk menghubungkan komputer Linux kita dengan jaringan komputer lainnya.

Dalam artikel ini, penulis membahas setting jaringan dengan metoda konvensional, dengan alasan:

Setting jaringan pada setiap distribusi berbeda antara satu dan lainnya.
Agar kita tidak menjadi manja dan menjadi bodoh dengan setting konfigurasi yang serba otomatis, sebagaimana sistem operasi lain :).
Capek nulisnya :)).
Pada saat menulis artikel ini, penulis menggunakan SuSE Linux 7.0, jadi jika ternyata ada perbedaan nama directory mohon dimaklumi. Karena aku tidak bisa hidup tanpa SuSE :)).
Penulisan ini berdasarkan pengalaman penulis sendiri, dari mulai tidak bisa menjadi tidak tahu. Untuk itu bila ada kekurangan harap maklum, karena diperuntukkan bagi mereka yang masih pemula :).
Gambar 1. Jaringan Multiplatform

Setting Jaringan Dasar
Setting jaringan dasar merupakan langkah awal kita dalam rangka menghubungkan diri dengan komputer tetangga :). Adapun langkahnya adalah sebagai berikut:

Setting Kartu Jaringan
Pastikan komputer anda telah terpasang kartu jaringan, saat ini di pasaran telah beredar banyak sekali macam & jenis kartu jaringan. Untuk mudahnya, usahakan memilih kartu jaringan yang banyak dipakai, misalnya kompatibel ne2000 pci dengan kecepatan standard 10/100M.
Anda juga bisa menggunakan kartu jaringan lama, versiISA atau ISA Plug&Play, pastikan anda mengetahui alamat yang digunakan, bisa melalui disket bawaan, kemudian anda mencatatnya untuk diinstalasi di sistem Linux.
Pastikan kernel mengenali kartu jaringan anda, dengan mengetikkan perintah:4.
masaji@masaji.netThis email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it:~ $> dmesg 5. ——— dipotong ———–6. Serial driver version 4.27 with HUB-6 MANY_PORTS MULTIPORT SHARE_IRQ enabled7. ttyS00 at 0x03f8 (irq = 4) is a 16550A8. ttyS01 at 0x02f8 (irq = 3) is a 16550A9. 3Com 3c90x Version 1.0.0 1999 <
linux_driver@3com.comThis email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it> (20:28:04)10. enable_irq() unbalanced from c402451011. Installing knfsd (copyright (C) 1996
okir@monad.swbThis email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it)12. nfsd_fh_init : initialized fhcache, entries=512
atau dengan cara ketikkan perintah:
root@masaji:/home/masaji $> ifconfigeth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:50:DA:C8:A6:5A inet addr:192.168.1.254 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:609275 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:397967 errors:38 dropped:0 overruns:0 carrier:39 collisions:0 txqueuelen:100 Interrupt:11 Base address:0xd800 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 UP LOOPBACK RUNNING MTU:3924 Metric:1 RX packets:99 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:99 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:0
Pada dasarnya, hampir semua distro Linux sudah mengaktifkan modul kernel untuk pengenalan kartu jaringan.
Jika ternyata kernel belum mengenali kartu jaringan anda, yang ditunjukkan dengan menampilkan “lo” tanpa eth0. Anda bisa mengaktifkannya dengan membuka /etc/rc.d/rc.modules.
Jika anda tidak dapat menemukan /etc/rc.d/rc.modules., anda bisa mencarinya di /lib/modules/net atau di /etc/conf.modules untuk melihat konfigurasi modul-modul yang aktif. Sebagaimana modul kartu jaringan di /lib/modules/net berikut ini: 15. masaji@masaji:/lib/modules/2.2.18/net $> ls16. 3c501.o comx-proto-lapb.o hp100.o sb1000.o17. 3c503.o comx-proto-ppp.o ibmtr.o sbni.o18. 3c505.o comx.o ipddp.o scc.o19. 3c507.o cops.o ircomm.o sdla.o20. 3c509.o cosa.o irda.o sdladrv.o21. 3c515.o cs89x0.o irda_deflate.o sealevel.o22. 3c59x.o de4x5.o irlan.o shaper.o23. 3c90x.o de600.o lance.o sis900.o24. 6pack.o de620.o lanstreamer.o sk98lin.o25. 8139too.o depca.o lapbether.o skfp.o26. 82596.o dgrs.o lne390.o sktr.o27. 8390.o dlci.o ltpc.o slhc.o28. ac3200.o dmascc.o mkiss.o slip.o29. acenic.o dmfe.o n2.o smc-ultra.o30. arc-rimi.o dummy.o ne.o smc-ultra32.o31. arcnet.o e100.o ne2k-pci.o smc9194.o32. arlan-proc.o e1000.o ne3210.o soundmodem.o33. arlan.o e2100.o ni5010.o starfire.o34. at1700.o eepro.o ni52.o strip.o35. baycom_epp.o eepro100.o ni65.o syncppp.o36. baycom_par.o eexpress.o old_tulip.o tlan.o37. baycom_ser_fdx.o epic100.o olympic.o tulip.o38. baycom_ser_hdx.o eql.o pc300.o via-rhine.o39. bonding.o es3210.o pci-scan.o wanpipe.o40. bpqether.o eth16i.o pcnet32.o wanxl.o41. bsd_comp.o ethertap.o plip.o wavelan.o42. c101.o ewrk3.o ppp.o wd.o43. com20020.o fmv18x.o ppp_deflate.o x25_asy.o44. com90io.o hamachi.o ppp_mppe.o yam.o45. com90xx.o hdlc.o pppox.o yellowfin.o46. comx-hw-comx.o hdlcdrv.o rcpci.o z85230.o47. comx-hw-locomx.o hostess_sv11.o rl100a.o48. comx-hw-mixcom.o hp-plus.o rrunner.o49. comx-proto-fr.o hp.o rtl8139.o
Kemudian untuk mengaktifkannya, anda bisa mengetikkan perintah:root@masaji:~ $> modprobe ne2k-pci
Untuk menyertakannya ke dalam modul, sehingga setiap saat bisa dijalankan secara otomatis pada saat start komputer, sertakan ke dalam file conf.modules. Misalnya sebagaimana contoh di bawah ini:52. masaji@masaji:/etc $> more conf.modules53. #54. # Copyright (c) 1996-2000 SuSE GmbH Nuernberg, Germany. All rights reserved.55. #56. # Author: Hubert Mantel <
mantel@suse.deThis email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it>, 1996-200057. #58. # Configuration file for loadable modules; used by modprobe and kerneld#59. # Aliases – specify your hardware60. alias eth1 off61. alias tr0 off62. alias scsi_hostadapter off63. alias fb0 off64. # only used for Mylex or Compaq Raid as module65. alias block-major-48 off66. alias block-major-49 off67. alias block-major-72 off68. alias block-major-73 off69. # only needed for fifth and sixth IDE adaptor70. alias block-major-56 off71. alias block-major-57 off72. # mouse (for older busmice)73. alias char-major-10 off74. alias parport_lowlevel parport_pc75. options parport_pc io=0x378 irq=none,none76. ;77. ————dipotong—————78. ;79. # post-install paride insmod frpw80. # YaST2: Network card81. alias eth0 ne2k-pci
Mengaktifkan Alamat IP Ethernet
Langkah selanjutnya, adalah mengaktifkan alamat IP ethernet, sehingga komputer kita bisa dikenal oleh server & komputer lain pada jaringan. Untuk mengaktifkan alamat IP ethernet, anda bisa mengetikkan perintah di bawah ini:

root@masaji:~ $> ifconfig eth0 192.168.1.1 broadcast 192.168.1.255 netmask 255.255.255.0

Untuk mengaktifkan konfigurasi alamat IP eth baru kita, jalankan script /etc/rc.d/init.d/network dengan option ‘restart’, seperti di bawah ini:

root@masaji:~ $> /etc/rc.d/init.d/network restart

Agar alamat ip komputer kita bisa berjalan secara otomatis, maka perintah ifconfig tsb. di atas perlu dimasukkan kedalam skrip khusus. Untuk beberapa distribusi bisa dimasukkan kedalam rc.local. Sedangkan distro SuSE terdapat dalam file /etc/rc.config. Adapun contohnya adalah seperti berikut ini:
## IP Adresses#IPADDR_0=”192.168.1.1″IPADDR_1=””IPADDR_2=””IPADDR_3=”” ## network device names (e.g. “eth0″)#NETDEV_0=”eth0″NETDEV_1=””NETDEV_2=””NETDEV_3=”” ## parameteres for ifconfig, simply enter “bootp” or “dhcpclient” to use the# respective service for configuration# sample entry for ethernet:# IFCONFIG_0=”192.168.81.38 broadcast 192.168.81.63 netmask 255.255.255.224″#IFCONFIG_0=”192.168.1.1 broadcast 192.168.1.255 netmask 255.255.255.0″IFCONFIG_1=””IFCONFIG_2=””IFCONFIG_3=””
Sampai di sini selesailah sudah setting jaringan Linux tahap awal, jika anda menghendaki mempunyai virtual domain sendiri yang dikenal oleh komputer tetangga sebelah (pak RT), silakan masuk ke tahap server DNS.

Setting Server DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name Server, merupakan sebuah database yang berisi daftar seluruh nama komputer yang terhubung ke jaringan lokal (intranet).

Gambarannya, jika anda mempunyai jaringan komputer yang berisi 5 pc yang terhubung ke komputer server, dan anda ingin menghubungi server melalui browser secara intranet (lokal) ke alamat http://server.net, pc anda akan mencarinya dulu di /etc/resolc.conf untuk mencari nama komputer server. Setelah terhubung, name server akan meneruskan ke database root, jika ketemu maka server akan merespon balik, dengan memberikan informasi mesin yang menggunakan nama server.net ke pc anda

Untuk membuat sebuah server DNS, pertama kali anda harus menginstalasi bind versi 8.2.x, dengan perintah:

rpm -ivh bind8-8.2.3-36.rpm

Setelah terinstalasi, sekarang silakan anda mengedit file /etc/resolv.conf, isinya seperti berikut ini:
search .domain nama.isp.andadomain server.netnameserver 202.x.x.xnameserver 192.168.1.1
Kemudian silakan edit file /etc/named.conf, isinya seperti berikut ini:
/* sample configuration file for BIND 8.1 or later * should be installed as /etc/named.conf * * Author: Florian La Roche */ ## overall options of the server#options { directory “/var/named”; # the default is to fail, if the master file is not correct check-names master warn; pid-file “/var/run/named.pid”; datasize default; stacksize default; coresize default; files unlimited; recursion yes; multiple-cnames no; // if yes, then a name my have more // than one CNAME RR. This use // is non-standard and is not // recommended, but it is available // because previous releases supported // it and it was used by large sites // for load balancing. # the default is to ask the forwarders and if they fail # try to find the answer yourself, this will only ask the forwarders #forward only; # list of DNS servers to ask #forwarders { # 192.168.1.1; # 192.168.1.2; # 192.168.1.3; #}; # the default is to listen on port 53 on all available interfaces # you can also give a detailed list: #listen-on { 5.6.7.8; }; #listen-on port 1234 { !1.2.3.4; 1.2/16; };}; ## do not be verbose about these problems…##logging {# category lame-servers { null; };# category cname { null; };#}; ## predefined access control lists (acl):# “any” allows all hosts# “none” denies all hosts# “localhost” allows the IP adresses of all interfaces of the system# “localnets” allows any host on a network of the local interfaces## defining an additional ACL:#acl can_download { 192.168.0.17; 192.168.0.18; }; ## The server statement defines the characteristics to be associated with# a remote name server.## Marking a server as bogus will prevent queries to that server.#server 192.168.0.128 { bogus yes; }# If the other name server has also BIND 8.1 or newer installed, you# can allow compacter zone transfers with this statement.#server 192.168.0.128 { transfer-format many-answers; } zone “.” IN { type hint; file “root.hint”;}; zone “localhost” IN { type master; file “localhost.zone”; check-names fail; allow-update { none; };}; zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN { type master; file “127.0.0.zone”; check-names fail; allow-update { none; };}; ## a master zone##zone “isc.org” IN {# type master;# file “isc.org”;# # by default, any host can receive zone transfers# #allow-transfer { any; };# notify yes;#}; ## a slave zone##zone “isc.org” IN {# type slave;# file “slave/db.isc.org”;# masters { 192.168.0.128; };#};

Kemudian, sisipkan perintah berikut ini:forwarders { x.x.x.x; y.y.y.y; };,

Dimana:x: merupakan server utama, dany: merupakan server kedua

Pada contoh di atas, kalimat forwarders, sudah tersedia. Anda tinggal menghilangkan tanda # dan mengubah nomor ip sesuai dengan komputer anda.

Untuk memastikan server DNS berjalan pada saat komputer dinyalakan, ketikkan perintah berikut:

root@masaji:~ $> chkconfig named on

Kemudian jalankan server DNS, dengan mengetikkan perintah:

/etc/rc.d/init.d/named start

Agar komputer anda dikenal nama doamin-nya oleh server dan sebaliknya isikan nama domain komputer anda pada server atau nama domain server pada komputer anda ke dalam file /etc/hosts, seperti tampak pada contoh di bawah ini:
## hosts This file describes a number of hostname-to-address# mappings for the TCP/IP subsystem. It is mostly# used at boot time, when no name servers are running.# On small systems, this file can be used instead of a# “named” name server.# Syntax:## IP-Address Full-Qualified-Hostname Short-Hostname## special IPv6 addresses 127.0.0.1 localhost192.168.1.2 masaji.net masaji192.168.1.1 server.net server::1 localhost ipv6-localhost ipv6-loopbackfe00::0 ipv6-localnet ff00::0 ipv6-mcastprefixff02::1 ipv6-allnodesff02::2 ipv6-allroutersff02::3 ipv6-allhosts
Sampai di sini pc anda sudah bisa berhubungan ke server dan sebaliknya. Namun, jika anda ingin mempunyai server web, server ftp dan server mail sendiri, ikuti langkah selanjutnya.

Teknik Hubungan Dial-up ke Internet
Persiapan Interface & DNS untuk sambungan ke Internet
Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa perangkat yang dapat membantu server anda untuk men-dial ISP. Juga akan diterangkan cara untuk menjaga agar kerahasiaan account yang anda miliki agar tidak dipergunakan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Namun sebelum anda melakukan koneksi sebaiknya anda cek terlebih dahulu setting DNS (Doman Name Server). Biasanya setting tersebut ada di file /etc/resolve.conf agar di set supaya name server (NS) ISP menjadi salah satu acuan pada saat proses resolve nama. Di samping itu, anda juga bisa memberikan alternatif NS server yang lain yang dapat disertakan dalam file tersebut. Contoh isi dari file /etc/resolve.conf sbb:
search .domain isp1.net.id isp2.net.iddomain isp1.net.id isp2.net.idnameserver 202.xxx.xxx.xxxnameserver 202.yyy.yyy.yyynameserver 202.zzz.zzz.zzz
Untuk melakukan pengecekkan apakah anda atau komputer server anda yang menggunakan SO Linux sudah terhubung dengan ISP atau belum, anda bisa menggunakan perintah ifconfig yang akan menampilkan setting interface ke jaringan. Yang perlu kita cari adalah setting interface ppp0 yang merupakan interface modem serial yang menghubungkan server Linux ke ISP secara Point-to-Point. Dari informasi tersebut kita nantinya dapat memastikan bahwa memang server anda akan dapat melakukan routing klien ke internet, anda bisa menggunakan perintah route untuk mengecek routing dari server anda menuju ke ISP tujuan. Untuk tampilan yang akan anda peroleh kurang lebih sebagai berikut :
[masaji@server /root]# ifconfig lo Link encap Local Loopbackinet addr 127.0.0.1 Bcast 127.255.255.255 Mask 255.0.0.0UP LOOPBACK RUNNING MTU 2000 Metric 1RX packets 0 errors 0 dropped 0 overrun 0TX packets 0 errors 0 dropped 0 overrun 0 eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:E0:18:C1:CD:A5 inet addr:192.168.0.1 Bcast:192.168.0.255 Mask:255.255.255.0UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1RX packets:410903 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:5162TX packets:403208 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:2839collisions:31500 txqueuelen:100 Interrupt:10 Base address:0x1800 ppp0 Link encap Point-to-Point Protocolinet addr 202.152.1.129 P-t-P 202.152.1.44 Mask 255.255.255.255UP POINTOPOINT RUNNING MTU 576 Metric 1RX packets 33 errors 0 dropped 0 overrun 0TX packets 42 errors 0 dropped 0 overrun 0 [root@server /root]# routeKernel IP routing tableDestination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface192.168.0.1 * 255.255.255.255 UH 0 0 0 eth0202.152.1.129 * 255.255.255.255 UH 0 0 0 ppp0192.168.0.0 * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0127.0.0.0 * 255.0.0.0 U 0 0 0 lodefault 202.159.1.44 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
Perhatikan pada tampilan perintah route ada paling tidak tiga (3) interface (Iface) yaitu eth0, ppp0 & lo. Eth0 adalah interface ethernet ke LAN yang mempunyai alamat IP 192.168.1.1, ppp0 adalah interface ke ISP yang memperoleh IP dari ISP secara dinamik dalam hal ini yang di peroleh adalah 202.152.1.129, sedang interface lo adalah untuk local loopback dengan IP yang standar 127.0.0.1.

Langkah selanjutnya adalah menghubungkan server anda ke Internet. Salah satu cara yang relatif paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan saluran telepon dial-up ke Internet. Pada server yang sederhana dengan jumlah klien yang terbatas dan dengan dana yang terbatas, dapat menggunakan koneksi dial-up yang memiliki biaya lebih murah dibandingkan dengan dedicated line. Jenis koneksi dial-up ke ISP pun sebenarnya berbagai macam antara lain SLIP, CSLIP ataupun PPP, tergantung mode yang di support oleh ISP anda. Kebanyakan ISP di Indonesia mendukung koneksi model PPP.

Untuk hubungan dial-up point-to-point antara Server Linux dengan ISP, sebenarnya kita dapat menggunakan beberapa alternatif pilihan:

kita bisa menggunakan script ppp sederhana (slackware)
bisa menggunakan perangkat lunak dip yang ada di paket instalasi Linux (RedHat),
minicom yang juga sudah terdapat dalam paket Linux (RedHat)
wvdial yang bisa anda download atau anda dapatkan secara gratis di internet, pada distribusi SuSE secara default menggunakan jenis ini.

Dengan pertimbangan kemudahan dan efektifitas penggunaan, maka penulis mengajak anda untuk membahas mengenai penggunaan program aplikasi wvdial.

Koneksi dengan menggunakan wvdial
Cara lain yang lebih mudah untuk menyambungkan diri ke internet, adalah dengan menggunakan program program bantu seperti Kppp, EzPPP, kinternet, atau wvdial, kami hanya akan menjelaskan cara yang terakhir yaitu dengan menggunakan wvdial, karena cara ini tergolong sangat mudah dan terbukti cukup efektif, Wvdial mampu mengantisipasi berbagai bentuk login prompt dan dapat secara otomatis mendeteksi apakah ISP anda menggunakan chap, pap atau tidak dan memberikan option pppd yang paling pas untuk koneksi anda.

Selain itu wvdial mudah dalam penggunaan, pengkonfigurasian untuk melakukan dial ke ISP yang bersangkutan, juga program ini akan secara otomatis mendeteksi bila terjadi kesalahan atau kegagalan pada waktu melakukan dial ke ISP. Bila ada kegagalan atau kesalahan yang menyebabkan koneksi ke ISP terputus, maka program ini tidak akan terhenti akan tetapi akan terus melakukan dial ke ISP secara otomatis hingga program ini benar-benar dihentikan. Bila karena suatu kesalahan di konsol Linux kita melakukan penghentian terhadap program pppd, dan bila program wvdial ini masih berjalan maka secara otomatis program wvdial ini akan terus melakukan dial dan menghidupkan kembali pppd. Bagi anda peminat X-Window, ada juga program seperti ini yang berjalan pada lingkungan KDE yaitu kwvdial.

Program ini dapat anda download dan dapatkan dengan gratis source code-nya, juga informasi mengenai program ini secara lengkap di internet pada situs :http://www.worldvisions.ca/wvdial/

atau site site linux terkemuka seperti www.linuxberg.com, www.freshmeat.com, ataupun www.linux.com. Setelah anda mendownload wvdial, anda akan memperoleh file bernama (kira-kira / atau versi yang lebih baru): wvdial-1.20.tar.gz

silakan anda login sbg root dan kemudian un-compress dan extract file tersebut ke direktori source anda (misalnya di /usr/local/src) dengan cara:
# gunzip wvdial-1.20.tar.gz# tar -xvf wvdial-1.20.tar
nanti anda akan menemukan direktori baru bernama: wvdial-1.20silakan anda masuk ke direktori tersebut :cd wvdial-1.20

di dalam direktori tersebut terdapat beberapa file:
[root@localhost wvdial-1.20]# lsANNOUNCE Makefile configfile/ rules.mk wvdial/ wvver.hCHANGES README debian/ streams/ wvdial.1COPYING.LIB TODO@ ppp.provider utils/ wvdialconf.1
karena wvdial di distribusikan dalam source code, maka anda harus melakukan kompilasi terlebih dahulu agar bisa digunakan. Sebelum anda melakukan kompilasi terhadap wvdial, pastikan terlebih dahulu bahwa anda telah memasang beberapa paket berikut ini:

pppd 2.2.0f , 2.3.5 atau yang lebih baru
gcc 2.7.2 atau lebih baru, dgn g++
GNU make; mungkin anda membutuhkan versi 3.75 atau lebih baru.
Kebanyakan distribusi Linux sekarang SUDAH menyertakan prasyarat tersebut! atau bahkan mungkin sudah menyertakan wvdial kedalam paketnya (Redhat sejak versi 6.1). Nah anda sudah siap untuk mengkompilasi wvdial. Untuk mengkompilasi aplikasi ini dapat anda ikut langkah-langkah berikut :

Buka file hasil download anda yang biasanya dalam bentuk file terkompres.[root@server /root]# tar zxvf wvdial-1.40.tar.gz
Masuk ke dalam direktori tempat kode sumber wvdial tersebut dan lakukan langkah-langkah kompilasi hingga instalasi: 3. [root@server /root]# cd wvdial-1.404. [root@server wvdial-1.40]# make [root@server wvdial-1.40]# make install

Untuk membersihkan sampah dari hasil kompilasi setelah anda selesai menginstalasi program ini dan untuk menghemat tempat penyimpanan anda, anda bisa memberikan perintah :[root@server wvdial-1.40]# make clean
Untuk meng-uninstall program yang telah anda instalasi, anda dapat memberikan perintah :[root@server wvdial-1.40]# make uninstall
secara defaultnya wvdial akan menginstall wvdial dan wvdialconf pada direktori /usr/local/bin dan manual pagenya di /usr/local/man/man1

jika anda menggunakan redhat silakan pindahkan manualnya ke direktori /usr/man/man1 dgn perintah :
mv /usr/man/man1/wvdial* /usr/man/man1
Untuk membuat konfigurasi program wvdial ini, anda dapat membuat file wvdial.conf secara manual yaitu dengan menggunakan editor yang anda senangi pada lingkungan Linux dan anda bisa mencontoh konfigurasi yang ada berikut ini. File ini biasanya disimpan di dalam direktori /etc.
[Dialer Defaults]Modem = /dev/ttyS1 à port tempat modem beradaBaud = 115200Init1 = ATZInit2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 S11=55 +FCLASS=0Init3 = ATM1Dial Command = ATDT #Stupid Mode = 1 à akan mengeksekusi pppd tanpa menunggu loginNew PPPD = 1Phone = 080989999Username = telkomnet@instanPassword = telkom [Dialer ISP1]Phone = 564645Username = userkuPassword = passku [Dialer ISP2]Phone = 564647Username = usernyaPassword = passnya
Selain itu, anda juga dapat membuat file konfigurasi tersebut dengan menggunakan program yang memang sudah disediakan untuk membuat konfigurasi secara otomatis dengan sekalian mendeteksi keberadaan modem yang ada pada komputer anda beserta dengan konfigurasi dari modem tersebut. Anda bisa menggunakan program wvdialconf.
[root@masaji /root]# wvdialconf /etc/wvdial.conf
Perintah tersebut akan membuat file wvdial.conf baru dalam direktori /etc dengan konfigurasi modem yang berhasil dideteksi oleh program tersebut. Meskipun demikian anda tetap perlu mengedit untuk memasukkan beberapa informasi untuk melakukan dial ke ISP anda.

Untuk menjaga keamanan dari user anda dan password anda agar tidak digunakan oleh orang lain, anda dapat melindungi file wvdial tersebut dengan mengubah hak akses dan kepemilikannya sehingga hanya anda sebagai super user (root) yang bisa membaca dan menulis ke dalam file konfigurasi tersebut.

Dalam file konfigurasi tersebut terdapat beberapa macam dialer yang bisa kita gunakan dengan konfigurasi yang berbeda. Ini dimaksudkan agak anda dapat memasukkan informasi mengenani beberapa ISP yang berbeda. Untuk penamaan dialer terserah dari keinginan anda namun satu hal yang perlu diperhatikan bahwa pada setiap konfigurasi terdapat satu dialer default dengan nama Default dimana bila kita mengeksekusi program ini jika tidak ada nama unik yang menandakan dialer mana atau ISP mana yang kita dial maka secara otomatis program akan mengambil informasi yang terdapat dalam konifgurasi dalam tag ini.

Sumber: http://noc.unila.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=87&Itemid=68
Sumber : http://artikellinux.blogspot.com