Teknologi LTSP sangat cocok digunakan untuk memberdayakan kembali komputerkomputer

tua yang biasanya mangkal sebagai barang rongsokan di gudang (tanpa

perlu menggunakan Harddisk) dan hanya bisa menjalankan sistem operasi beserta

perangkat lunak lama yang tentunya tidak mungkin untuk menggunakan browser

Mozilla Firefox terkini (sehingga tidak bisa digunakan untuk Facebook dan Youtubean

:P). Tentu saja, dengan syarat komputer tua tersebut harus (minimal) masih bisa

hidup (dengan munculnya tanda dari BIOS) dan kartu jaringan yang masih bisa

digunakan (Jika rusak, bisa beli. NIC card terbaru hanya 45rb rupiah kok 🙂 ). Jangan

lupa, Anda juga memerlukan sebuah komputer server dengan spesifikasi yang sesuai

dengan jumlah klien yang akan ditanggung bebannya.

LTSP bisa diumpamakan sebagai anak-anak kecil (komputer tua, klien) yang masih

membutuhkan kasih sayang, dan uang dari orang tua-nya (server). Semakin banyak

anak-anaknya, maka orang tua itu harus lebih kaya (berspesifikasi tinggi). Namun,

tidak semua beban harus ditanggung oleh orangtua, anak-anak tetap harus mandiri

dalam beberapa aspek. Di dalam LTSP, aspek mandiri yang harus dimiliki oleh masingmasing

klien yang paling utama, yaitu Video Card atau VGA.

VGA dari klien harus mampu menangani grafis dari sistem operasi modern yang

dijalankan, jadi jika komputer tua tersebut menggunakan VGA bermemori 256KB,

512KB, dan bahkan 4 MB pun, sangat disarankan untuk di-upgrade, minimal 8 MB atau

16MB. Anda masih sangat mudah menemukan VGA card bekas slot PCI di berbagai

toko komputer.

Sumber (http://konf.blankonlinux.or.id)