Di dunia sistem operasi, seringkali ketika kita hendak mencoba menggunakan sebuah sistem operasi, kita terbentur dengan masalah instalasi. Instalasi-nya cukup repot jika kita hendak mempertahankan sistem operasi sebelumnya, bahkan dengan menggunakan Lilo atau Grub Loader juga masih terasa ‘agak’ repot. Seringkali bagi kita sebagai mahasiswa, instalasi Linux hanya sekeder ingin coba-coba saja. Atau karena kebutuhan tertentu, misalkan kebutuhan kuliah yang tidak akan memakan waktu seumur-umur kuliah, tetapi mungkin hanya membutuhkan satu atau dua semester saja (bagi yang tidak mau terus-terusan menggunakan Linux tentunya).Sekarang ada cara yang mudah untuk instalasi Linux, yaitu dengan menggunakan software virtualisasi. Apa itu software virtualisasi? Menurut Wikipedia, software virtualisasi adalah :

software yang mengizinkan sebuah komputer tunggal bisa membuat dan menjalankan satu atau lebih lingkungan virtual. Biasanya digunakan untuk mengemulasikan sistem komputer lengkap agar suatu sistem operasi ‘tamu’ bisa dijalankan di atasnya.

Sekarang, software apa saja yang bisa digunakan untuk virtualisasi ?

Di antara software yang pernah saya coba, ada beberapa software yang GUI-nya cukup bagus. Yakni :

  1. Parallels Software dari Parallels, Inc. Software ini cukup bagus, dan mudah untuk menjalankannya. Sayangnya software ini bersifat komersial, sehingga bagi mahasiswa seperti kita tidak cukup uang untuk membelinya.
  2. VMWare dari VMWare, Inc. Waktu itu saya coba, dibandingkan dengan Parallels, menurut saya Parallels jauh lebih mudah, meskipun VMWare bisa dikonfigurasi secara lebih ‘advance’, yakni bisa menspesifikasikan jenis mesin yang hendak kita emulasikan. Tetapi, lagi-lagi, software ini bersifat komersial.
  3. QEMU dengan Qemulator sebagai GUI. Software ini merupakan software yang opensource. Biasanya digunakan di atas Linux. Software ini juga memiliki konfigurasi yang bisa dikatakan canggih sama dengan VMWare. Namun sayangnya untuk masalah keramahan dengan user (user-friendly), masih kalah dibandingkan VMWare.
  4. VirtualBox dari Oracle (sekarang dari Oracle ya?Perasaan beberapa bulan yang lalu masih dimiliki oleh Sun Microsystem deh). VirtualBox ini menurut saya merupakan aplikasi virtualisasi yang paling user-friendly dan ‘work-out-of-the-box’. Begitu terinstalasi, semua fitur pada lingkungan virtual berjalan dengan baik. Sedangkan ketiga software di atas terkadang masih membutuhkan konfigurasi yang bagi orang ‘awam’ akan merasa cukup kompleks dan rumit. Dan menurut saya, VirtualBox ini termasuk yang paling ringan dibandingkan dengan Parallels dan VMWare (jangan bandingkan dengan QEMU ya). Dan lagipula, VirtualBox ini opensource.

Intinya, bagi mahasiswa Gunadarma yang hendak belajar menggunakan Linux, silahkan menggunakan VirtualBox terlebih dahulu. Ini untuk memudahkan dalam instalasi dan lain sebagainya. Jika ingin download, silahkan ke situsĀ VirtualBox.