Banyak orang yang bertanya sebagai eks 100% pengguna Windows kok bisa pindah menjadi 100% pengguna Linux Ubuntu. Yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah kok gak bisa? Karena yang sebenarnya tidak bisa itu –menurut saya– adalah 100% pengguna Linux pindah menjadi 100% pengguna Windows Kalau pengguna Windows menjadi pengguna Linux itu sih biasa, sama sekali tidak susah. Yang sulit itu adalah pengguna Linux pindah menjadi pengguna Windows. Tidak percaya? Tanya saja kepada mereka yang sudah terbiasa menggunakan Linux sebagai satu-satunya OS yang digunakan
Lalu apa yang sebenarnya membuat mereka yang hendak pindah ke Linux selalu berpikir panjang? Tak lain dan tak bukan adalah masalah bagaimana nasib mereka setelah pindah dari Windows ke Linux? Apakah bisa? Apakah program atau aplikasi yang biasa mereka gunakan jalan di Linux? Apakah ada software alternatifnya di Linux? Apakah game anu jalan di Linux? dan sebagainya. Ini merupakan masalah umum, wajar dan manusiawi. Jadi tidak salah jika banyak pula orang yang mencoba Linux dengan membuat dual booting, OS Linux dan Windows dalam satu komputer untuk digunakannya sesuai dengan kebutuhannya saat itu. Di sisi lain, salah satu cara agar bisa cepat menjadi linuxer adalah menggunakan sistem operasi tersebut 100%
Ah, saya hanya bisa bercerita atas pengalaman saya sendiri. Dan sudah pasti, pengalaman saya belum tentu bisa diterapkan kepada semua orang yang ingin migrasi ke Linux. Hanya siapa tahu, pengalaman ini bisa memberikan inspirasi, ide atau bahkan motivasi bagi mereka yang ingin migrasi ke Linux
Berikut beberapa hal yang saya lakukan sehingga menjadi 100% pengguna Linux Ubuntu:
1. Membuang Windows dan menginstall Linux Ubuntu 100%. Jadi tidak ada jalan lain selain harus berusaha agar semua pekerjaan yang biasa saya lakukan di Windows (harus) bisa juga di lakukan di Linux. Di awal sudah pasti berbagai masalah muncul, kenapa begini kenapa begitu, mengapa kok begini mengapa kok begitu, namun seiring dengan berjalannya waktu –juga atas bantuan Google dan milis– saya bisa melewatinya. Alhasil, kurang dari 1 bulan saya sudah benar-benar bisa meninggalkan Windows 100%
Setelah itu, saya ajak istri saya menjadi 100% pengguna Linux Ubuntu. Hal ini penting, untuk menghilangkan semua komponen Windows di sekitar kita sehingga kita benar-benar konsentrasi menyelesaikan segala sesuatunya menggunakan Linux. Dan lagi, karena saya mengajak istri saya menggunakan Linux Ubuntu, maka saya pun harus bertanggung jawab ketika pekerjaannya tidak bisa dilakukan di Linux. Alhasil, saya harus mencari solusinya … nah tambah lagi ilmunya
2. Game? Ah, saya sudah kapok menjadi Gamer di PC Menjadi Gamer di PC benar-benar menguras uang di kantong. Dari ganti processor, graphic card, memory, hardisk dsb. Saya lebih memilih memindahkan hobi saya tersebut ke PS2 Namun, jangan salah, game di Linux sudah sangat banyak dan tak kalah bagusnya dibandingkan games di Windows.
3. Mencari software altenatif secara terus menerus. Silakan Anda melihatnya berbagai software alternatif di Linux. Alternatif software pengganti di Linux umumnya tidak hanya satu, tetapi ada beberapa, jadi memang ada baiknya mencoba yang mana yang paling pas dengan penilaian subyektif
4. Memanfaatkan Wine sebagai jalan terakhir untuk menjalankan software under Windows di Linux. Hanya saja, tidak semua software under Windows yang bisa jalan sempurna menggunakan Wine, untuk lebih jelasnya silakan melihat software-software yang dapat dijalankan di Wine.
5. Menggunakan Windows yang diinstall diatas VirtualBox jika Wine tidak bisa menghasilkan solusi.
Nah, ternyata hanya ada lima empat langkah yang telah saya lakukan untuk menjadi 100% pengguna Linux. Bagaimana? Apakah Anda mau mencobanya?