Setelah menggunakan Ubuntu selama hampir 3 tahun, saya akhirnya menyadari bahwa tanpa disadari, sistem operasi ini ternyata bisa merugikan penggunanya secara langsung. Berikut beberapa kerugian yang saya alami sejak 100% menggunakan Ubuntu untuk bekerja.

1. Tidak pernah tahu berita perkembangan virus komputer
“Mas, tahu virus xxx gak? ngilanginnya gimana sih?” Terus terang saya bingung kalau ada orang bertanya seperti itu. Bilang tidak tahu karena tidak pernah kena virus nanti dibilang belagu, tapi apa boleh buat, memang nyatanya seperti itu Dulu saya benar-benar mengikuti berita perkembangan virus karena memang ingin berjaga-jaga agar virus tersebut tidak menulari notebook yang saya miliki, atau minimal saya bisa membasminya jika memang tertular. Itu pula sebabnya banyak diantara teman-teman yang sering menanyakan cara memusnahkan virus kepada saya. Namun itu dulu, sekarang saya tidak pernah lagi mengikuti berita perkembangan virus.
Notebook saya memang sudah sangat lama tidak tersusupi virus, atau mungkin tersusupi namun saya tidak sadar karena virusnya tidak bisa melakukan apa pun di Ubuntu.
2. Tidak pernah tahu antivirus mana yang terbaik
Sebenarnya ini merupakan akibat dari kerugian nomor satu diatas. Karena tidak pernah tertular virus maka saya pun tidak pernah lagi mencari-cari dan melakukan perbandingan antivirus mana yang terbaik.
3. Tidak bisa mengkambinghitamkan OS
Terkadang, BSOD, hang, file rusak, komputer dan serangan virus bisa dijadikan alasan mengapa pekerjaan kita tidak selesai pada waktunya. Sayang hal ini tidak bisa dijadikan alasan di Ubuntu, karena memang nyaris tidak pernah terjadi
4. Tidak bisa mengajukan permohonan untuk mengupgrade hardware
Cukup susah mencari alasan untuk mengajukan permohonan upgrade hardware. Hal ini dikarenakan Ubuntu (dan tentu seluruh distro linux lainnya) justru semakin mengoptimalkan kinerja di versi-versi berikutnya. Artinya, versi baru yang keluar bukan selalu harus diinstall di mesin yang punya kekuatan lebih dibandingkan mesin sebelumnya. Diluar itu, jika ternyata Ubuntu masih dianggap terlalu berat, masih ada alternatif lain yakni dengan menggunakan Xubuntu atau LinuxMint, distro lain yang memang dibuat untuk komputer berspesifikasi menengah kebawah.
5. Lupa cara menginstall driver
Ah, hampir semua driver peripheral sudah disediakan di Ubuntu. Jadi lupa deh kalau ternyata ada kegiatan menginstall driver ketika hendak menyambung peripheral tambahan Yang ada hanya bisa berkata, “Lho, harus install drivernya dulu?”
6. Jadi lupa bagaimana meng-crack software bajakan
Hahaha, ya.
Jadi ini sebenarnya kerugian apa keuntungan sih? “Ah, judul diatas sebenarnya hanya provokasi saja bagi Anda yang belum mencoba Ubuntu. Atau Anda sudah menggunakan Ubuntu? Lalu apakah Anda memiliki “kerugian” yang lain sebagai pengguna (Linux) Ubuntu?“