Nama : Ely Hartinah

NPM : 17108320

Apakah yang Dimaksud dengan Router?

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Analogi Router dan Switch

Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Mengapa Menggunakan Debian GNU/Linux?

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Linux merupakan sistem operasi open source, dengan kata lain gratis. Walaupun gratis, Linux terkenal sangat stabil, kebal virus serta bebas bug. Sebuah router dituntut untuk dapat melayani request dari dua atau lebih jaringan terus-menerus tanpa mengenal waktu. Itulah alasan mengapa kita memilih Linux untuk dijadikan sebuah router, dalam hal ini penulis menggunakan Debian sebagai contohnya.

Proses Konfigurasi Router

Pada tulisan ini, penulis menggunakan 2 ethernet card dengan nama eth0 dan eth1. Di mana eth0 merupakan interface yang mengarah ke internet, sedangkan eth1 merupakan interface yang mengarah ke LAN. Konfigurasi IP pada eth0 menggunakan IP public, sedangkan pada eth1 menggunakan IP Private (192.168.1.1/24). Untuk mengubah konfigurasi IP address pada masing-masing interface, kita dapat mengedit file /etc/network/interfaces.

1. Pastikan program iptables sudah terinstall

2. Kemudian buka konsole

3. Hapus aturan-aturan yang sudah ada dengan perintah sebagai berikut:

* iptables –F

* iptables –t nat –F

* iptables –D

* iptables –-t nat –D

4. Kemudian lakukan pengaturan untuk masquerade dan forwarding dengan perintah sebagai berikut:

* iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 -j MASQUERADE

* iptables -A FORWARD –i eth1 -j ACCEPT

* echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

5. Simpan aturan firewall yang telah dibuat dengan perintah sebagai berikut:

* iptables-save > /etc/firewall.conf

6. Kemudian buatlah sebuah file dengan nama iptables pada direktori /etc/network/if-up.d/iptables:

* vi /etc/network/if-up.d/iptables

* didalamnya ketikkan perintah:

#!/bin/sh

iptables-restore < /etc/firewall.conf

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

* Kemudian simpan file tersebut

7. Berikan akses untuk eksekusi agar aturan firewall yang telah dibuat dapat digunakan sejak proses booting dengan perintah:

chmod +x /etc/network/if-up.d/iptables

8. Restart Komputer anda untuk melakukan pengetesan aturan iptables.

9. Selesai.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Router

http://tutorial.ind.ws/post/2009/04/29/Setting-Router-di-Debian.aspx