virus adalah sebuah aplikasi/software/algoritma yang di codingkan yang digunakan untuk melakukan tugas tertentu. Untuk virus kebanyakan digunakan untuk merusak suatu sistem dengan memanfaatkan celah keamanan pada sistem dan mengexploitasinya untuk kepentingan si pembuat virus. Dalam sejarah virus ada juga virus yang bersifat untuk memperbaiki sistem(virus baik).

Virus termasuk aplikasi yang berkembang secara pesat buktinya setiap saat pasti ada varian virus terbaru. Dan si pembuat virus terus berlomba dengan pembuat antivirus dan kegiatan kejar-kejaran ini sekarang telah menjadi lumrah dan menjadi salah satu objek bisnis. Satu hal yang pasti bahwa pembuat virus itu satu langkah lebih maju dari si pembuat antivirus. Ketika suatu varian virus muncul si pembuat antivirus akan menganalisa kerja dari virus tersebut dan berusaha untuk me-reverse engineering program virus tersebut. Kemudian si antivirus maker tersebut akan membuat tanda/signature untuk mengenali suatu virus.

Virus keluar karena ada celah keamanan pada suatu sistem yang dapat diexploitasi oleh virus tersebut. Itu sebabnya mengapa M$ windows yang menjadi target favorit penyerangan virus karena M$ windows merupakan sistem operasi yang mempunyai banyak celah keamanan. Hal ini dipeparah lagi karena M$ windows merupakan sistem operasi yang bersifat tertutup sehingga perbaikan windows hanya ditangani oleh microsoft sehingga patch untuk lubang keamanannya release nya lebih lama.

Coba kita bandingkan dengan sistem operasi linux yang baru berumur 18 tahun. Linux merupakan sistem operasi terbuka(open source) dimana source code linux dapat diperoleh oleh siapa saja tanpa adanya batasan-batasan. Ketika ada lubang keamanan terdeteksi dilinux maka lubang keamanan ini akan dilaporkan kedalam suatu wadah(bisa forum,website pelaporan bugs, dan sebagainya) yang memungkinkan orang-orang yang ahli untuk memperbaikinya. Kemudian patch untuk lubang keamanan tersebut dapat didownload oleh siapa saja.

Kembali ketopik diatas, apakah linux 100% free virus. Jawabanya adalah tidak. Ada beberapa virus yang berjalan dilinux seperti Kaiten, Rexob, Podloso, Slapper dan lain sebagainya. Pada tahun 2005 jumlah virus,trojan, dan malware di linux ada sekitar 863 varian. Jadi jangan bingung kalo ada antivirus di linux seperti Clam AV,Bit Defender, Symantec, Avast!, dll. Tapi kebanyakan antivirus di linux bukan untuk pengguna desktop melainkan pengguna server seperti mail server, samba/nfs server. Contohnya bit defender menyediakan mail defender. Mail defender tersebut digunakan untuk memindai virus windows yang mungkin ada di attachment suatu email.

Namun pembaca jangan terlalu khawatir memikirkan serangan virus jika memakai linux. Penulis dari dulu sampai sekarang belum pernah merasakan virus di sistem operasi linux yang penulis pakai. Hal ini bukannya tanpa alasan, pertama arsitektur linux (unix-like) itu sendiri yang mempunyai standar keamanan yang cukup. Untuk merubah konfigurasi sistem atau menghapus/mengedit suatu file system anda harus mempunyai akses sebagai root(kalo di windows Administrator) dan user root jarang sekali digunakan untuk pengguna desktop.
Untuk mendapatkan akses root kita harus login sebagai root sehingga kita tahu aplikasi apa yang mengakses sistem sebagai root. Linux juga menggunakan attribut hak kuasa/privileges untuk file yang ada dalam suatu sistem, sehingga file suatu pengguna tidak bisa diakses sembarangan oleh pengguna yang lain. Dan yang terakhir virus maker tidak akan mendapatkan keuntungan jika membuat virus di linux.